Loading…
Penyakit A-Z

Sifilis

Apabila sifilis diketahui dan didiagnosis secara dini, maka tatalaksana sifilis mudah dilakukan. Pengobatan yang dianjurkan pada pasien sifilis adalah antibiotik penisilin. Pada pasien dengan alergi terhadap penisilin, maka pemberian antibiotik doksisiklin atau eritromisin dapat menjadi pilihan. Apabila pasien yang terinfeksi berada pada tahapan pertama dan kedua sifilis, maka satu kali injeksi penisilin dapat menangani keluhan. Tetapi apabila infeksi berada pada tahapan sifilis laten, maka suntikan penisilin dilakukan selama satu kali seminggu selama 3 minggu berturut-turut. Pada wanita hamil yang mengalami sifilis, penisilin sebenarnya merupakan obat satu-satunya yang direkomendasikan karena paling aman baik bagi ibu dan janin. Apabila pasien mengalami alergi terhadap penisilin, maka akan dilakukan proses desensitisasi yang memungkinkan pasien untuk mengonsumsi penisilin. Apabila tidak memungkinkan, maka tatalaksana dengan antibiotik eritromisin 4 kali sehari selama setidaknya 14 hari dapat dilakukan.

Beberapa pasien akan mengalami keadaan yang disebut dengan reaksi Jarisch-Herxheimer pada saat injeksi penisilin hari pertama dengan keluhan demam, menggigil, mual, dan nyeri kepala. Tetapi reaksi ini biasanya hanya bertahan selama kurang lebih satu hari dan akan mengalami perbaikan.

Setelah pasien menerima tatalaksana dengan antibiotik, maka pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama untuk memastikan reaksi tubuh terhadap pengobatan yang diberikan, menilai keberhasilan pengobatan dan mendeteksi adanya infeksi ulang. Selanjutnya pemeriksaan darah dapat dilakukan setiap 6 bulan di tahun kedua. Selain itu, pasien dianjurkan untuk menghindari berhubungan seksual hingga pengobatan selesai dan dinyatakan sembuh, membawa pasangan agar dapat dilakukan pemeriksaan infeksi sifilis, dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan infeksi HIV.

Apabila Anda mengalami luka pada daerah kemaluan, anus, atau area tubuh lain yang mungkin dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual, maka segera bertanya pada dokter kami atau temui dokter umum terdekat. Untuk lebih lanjut, Anda dapat juga memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit kelamin atau dokter spesialis kandungan di kota Anda.

Jika ditemukan komplikasi yang lebih lanjut dari sifilis, maka Anda mungkin membutuhkan bantuan dokter spesialis penyakit tergantung dari komplikasi yang dialami.

 

Pengobatan Mandiri

Tidak ada obat untuk penyakit sifilis yang dapat ditemukan tanpa resep. Pencegahan yang dapat Anda lakukan antara lain :

  • Abstinensia atau tidak melakukan hubungan, atau melakukan hubungan hanya dengan 1 orang saja, atau
  • Menggunakan kondom dari lateks dapat mencegah penularan melalui luka yang tertutupi kondom.