Loading…
Penyakit A-Z

Sifilis

Dokter seringkali mengalami kesulitan dalam menegakkan diagnosis sifilis karena gejala penyakit ini bersifat tidak khusus atau spesifik dan dapat terlihat seperti banyak penyakit infeksi lainnya. Terdapat beberapa stadium penyakit sifilis yang menentukan tanda dan gejalanya:

  1. Tahapan pertama sifilis: terjadi 10-90 hari setelah kontak seksual dengan penderita yang ditandai dengan munculnya luka pada daerah kemaluan tanpa disertai dengan rasa nyeri. Kebanyakan penderita tidak menyadari adanya luka karena sifatnya yang tidak nyeri, dan dapat terjadi pada lubang vagina dan/atau lubang anus. Luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu.
  2. Tahapan kedua sifilis: beberapa minggu setelah sembuhnya luka sifilis tahap pertama, maka pasien dapat mengalami ruam kemerahan tanpa disertai gatal yang dimulai dari bagian dada dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Sebagian penderita juga mengeluhkan rambut rontok, nyeri pada otot, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala-gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu, tetapi dapat hilang timbul berkali-kali selama bertahun-tahun.
  3. Tahapan sifilis laten: pada stadium ini, pasien tampak sembuh dan tidak menunjukkan adanya gejala selama bertahun-tahun. Tetapi kemudian, penyakit sifilis dapat berkembang ke stadium yang lebih parah, yaitu sifilis tersier.
  4. Tahapan ketiga sifilis: sekitar 15-30% penderita sifilis yang tidak mendapatkan pengobatan akan mengalami sifilis tersier. Pada stadium ini, bakteri akan menyerang organ pada tubuh seperti otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian.
  5. Sifilis bawaan (kongenital): terjadi pada janin yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami sifilis. Pada awalnya, janin dapat tampak normal tanpa gejala apapun. Beberapa janin mengalami ruam kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki. Kemudian infeksi akan menyebar pada tubuh dan menyebabkan tuli, gangguan pada struktur gigi dan hidung.

 

KAPAN HARUS KE DOKTER?

Apabila Anda mengalami luka pada daerah kemaluan, anus, atau area tubuh lain yang mungkin dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual, maka segera bertanya pada dokter kami atau temui dokter umum terdekat. Untuk lebih lanjut, Anda dapat juga memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit kelamin atau dokter spesialis kandungan di kota Anda.