Loading…
Penyakit A-Z

Sifilis

Sifilis dapat didiagnosis melalui:

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dapat mengkonfirmasi keberadaan sistem pertahanan tubuh/antibodi khusus yang diproduksi tubuh untuk melawan penyakit sifilis. Antibodi ini dapat bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun, sehingga pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi infeksi sifilis di masa lampau atau yang sedang terjadi. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dengan tingkat akurasi 78-86%. Pemeriksan ini hanya dapat dilakukan setidaknya 1-2 minggu setelah luka sifilis tahap pertama muncul.
  • Pemeriksaan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (serebrospinal) yang diambil melalui prosedur spinal tap. Spinal tap dilakukan dengan menyisipkan jarum untuk mengambil sampel cairan yang terdapat di kanal tulang belakang. Dokter akan menganjurkan untuk dilakukannya pemeriksaan ini apabila dicurigai terjadinya komplikasi sifilis ke sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang.
  • Pemeriksaan radiologi dapat berupa foto rontgen, USG, CT-scan, maupun MRI bergantung dari kecurigaan organ yang terlibat.
  • Pemeriksaan histopatologi dengan mengambil sampel dari jaringan luka yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.