Loading…
Penyakit A-Z

Sifilis

Sifilis atau sering disebut juga raja singa adalah salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat mematikan karena komplikasinya yang dapat mencapai otak. Seringkali penyakit ini sulit dideteksi karena gejala-gejala penyakit sifilis dapat menyerupai penyakit infeksi lainnya. Gejala awal sifilis adalah adanya luka yang tidak nyeri atau tidak gatal pada penis, liang vagina, maupun mulut yang dapat hilang tanpa diobati setelah beberapa hari. Setelah menimbulkan gejala tersebut, bakteri penyebab sifilis akan tidur / inaktif, dan pada jangka waktu tertentu dapat bangun kembali menimbulkan gejala-gejala lain yang tidak khas. Pengobatan sifilis hanya dapat dilakukan oleh dokter, belum ada penelitian ilmiah mengenai manfaat obat-obatan herbal untuk mengobati sifilis. Oleh karena itu, simak penjelasan sifilis berikut ini.

 

Definisi Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang disebarkan oleh kontak seksual (58,7%), narkoba suntik (17,5%), dan transmisi dari ibu ke janinnya (2,7%). Penyakit ini bermula dari luka yang tidak terasa nyeri – seringkali terdapat di area genitalia, rektum, atau mulut. Penyakit sifilis seringkali sulit didiagnosis secara dini karena tanda dan gejala sering menyerupai banyak infeksi lainnya, sehingga disebut sebagai “the great impostor”. Setelah infeksi awal, bakteri penyebab sifilis dapat tinggal di dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum aktif kembali menimbulkan gejala. Sifilis pada tahap awal dapat disembuhkan, tetapi apabila sifilis tidak mendapatkan tatalaksana yang tepat dan sesuai, maka sifilis dapat menyebabkan kerusakan pada organ jantung, otak, dan organ lain, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) membuktikan bahwa pada tahun 2014, setidaknya 19.999 kasus sifilis ditemukan di Amerika Serikat dengan prevalensi 6 kasus dari 100.000 penduduk. Kejadian sifilis meningkat sebanyak 15.1% apabila dibandingkan dengan kejadian sifilis pada tahun 2013. Penyakit sifilis lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita. Selain itu, kejadian sifilis juga paling banyak ditemukan pada pria dan wanita berusia 20-24 tahun.

Berdasarkan penelitian oleh Survey Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) tahun 2011 di Indonesia, prevalensi sifilis pada populasi wanita penjaja seks yang terinfeksi HIV sebesar 16,7%. Sedangkan pada mereka yang tidak terinfeksi HIV adalah 9,47%. Prevalensi sifilis pada populasi pria yang berhubungan seks dengan pria yang terinfeksi HIV adalah 23,8%. Sedangkan pada mereka yang tidak terinfeksi HIV adalah 16,67%. Sehingga penelitian tersebut membuktikan bahwa sifilis memiliki hubungan erat dengan HIV.