Loading…
Artikel, Jantung

Segera Lakukan Ini Saat Terserang Angin Duduk


Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone
shutterstock_85322269-copy

Angina pectoris atau yang oleh awam biasa disebut dengan istilah angin duduk, merupakan sebuah kondisi sakit serius yang memerlukan tindakan cepat tanggap dalam menanggulanginya. Merunut arti kata angina pectoris yang berasal dari kata Yunani, ankhon (mencekik) dan pectus (dada), angina pectoris dapat dijelaskan sebagai rasa tercekik di dada.

Angina pectoris atau “angin duduk” merupakan gejala dari penyakit jantung arteri koroner (coronary artery disease/CAD) yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada dan ketidaknyamanan yang dipicu karena adanya kekurangan pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung. Selain di dada, rasa nyeri tersebut dapat menyebar ke area bahu, punggung, lengan, leher, bahkan di rahang.

Lantas, apa yang harus dilakukan seseorang bila merasa mengalami gejala-gejala angina pectoris? Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Jangan panik

“Bila mengalami rasa nyeri yang hebat dan terasa sakit sekali di dada, serta sakit yang di rasa tidak hanya di satu titik saja di area dada, langkah yang pertama sekali harus dilakukan adalah berusaha untuk tidak panik!” ujar dr. Murni Fianty, salah seorang dokter partner Konsula. “Karena panik dapat menyebabkan konsumsi oksigen dalam tubuh menurun dan hal ini akan lebih menyulitkan kondisi kerja jantung,” lanjutnya menjelaskan.

Istirahat

Angina merupakan sinyal untuk tubuh agar segera memperlambat aktifitas dan beristirahat (angina stabil). Biasanya angina akan mereda dalam beberapa menit jika tubuh diistirahatkan.

Penuhi kebutuhan oksigen

Angina adalah tanda peringatan bagi tubuh ketika kebutuhan oksigen meningkat sedangkan pasokan terlalu rendah. “Kekurangan oksigen sebentar saja dapat menyebabkan otak hampir mati. Otak yang tidak mendapatkan oksigen dapat menyebabkan otak mati. Sedangkan kematian otak dapat menyebabkan kelumpuhan di bagian tubuh tertentu. Oleh karenanya pemenuhan kebutuhan oksigen harus sesegera mungkin dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi,” jelas dr. Murni.

Jika Anda atau anggota keluarga ada yang sebelumnya mengalami angina atau sudah tahu bahwa ada riwayat penyakit jantung di keluarga akan lebih baik jika di rumah memiliki tabung oksigen. Sehingga dapat segera digunakan bila terjadi serangan. “Jadi pada saat serangan terjadi buru-buru kasih oksigen. Sembari persiapan ke rumah sakit,” imbuhnya.

Segera ke pelayanan kesehatan

Angina pectoris yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan serangan jantung. Sedangkan serangan jantung tidak dapat dipulihkan ke kondisi normal (sebelum serangan jantung). Oleh karenanya, segeralah ke pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan maksimal, terlebih bila di rumah tidak ada oksigen dan nyeri dada tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat.

“Sebenarnya, langkah terbaik dan paling aman dalam menanggulangi angina adalah segera bersiap ke pelayanan kesehatan. Bila memungkinkan, pilih pelayanan kesehatan yang memiliki alat-alat yang lengkap. Namun, bila tempat pelayanan kesehatan yang mumpuni tersebut dirasa jauh, klinik atau puskesmas terdekat yang memiliki IGD pun dapat dipilih karena setidaknya mereka memiliki oksigen yang harus segera diberikan pada pasien. Karena kita di sini bermain dengan waktu. Semakin cepat pasien dibawa ke IGD dan mendapatkan oksigen semakin cepat pemulihan yang ada di otak,” jelas dr. Murni.

Pasien yang mengalami nyeri dada hebat ini pertama-tama dapat ditangani terlebih dulu oleh seorang dokter umum. Namun bila diperlukan dokter umum biasanya akan memberikan rujukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis jantung atau dokter spesialis penyakit dalam tergantung kondisi pasien.

Sumber: wawancara dengan dr. Murni Fianty, webmd, mayoclinic, kompas, okezone, amazine.

Facebook Comments