Loading…
Penyakit A-Z

Sakit Tenggorokan

Diagnosis sakit tenggorokan dapat dilakukan menggunakan alat untuk menerangi tenggorokan, hidung atau saluran pernapasan, dan telinga.

Di samping itu dokter juga akan mencari kemungkinan pembengkakan kelenjar getah bening serta mendengarkan detak jantung pasien dengan stetoskop. Selain itu dokter juga akan mencari bercak putih atau tanda peradangan.

Pada kasus tertentu, dokter dapat mengambil sampel sekresi pada pangkal tenggorokan untuk dicek di laboratorium. Tes ini akan menentukan keberadaan bakteri Streptokokal penyebab sakit tenggorokan. Jika hasilnya positif, maka hampir pasti pasien mengalami sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.

Sakit tenggorokan dapat disebabkan karena banyak hal. Oleh karenanya, selain memeriksakan diri ke dokter umum, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT).

Sebelum memeriksakan diri ke dokter, pasien sebaiknya mempersiapkan informasi seperti:

  • Obat-obatan, vitamin, dan suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi.
  • Sejak kapan gejala sakit tenggorokan dialami dan bagaimana gejala yang dirasakan.
  • Apakah ada gejala lain yang dirasakan selain sakit tenggorokan.
  • Apakah ada anggota keluarga lain di rumah yang sedang sakit.
  • Apakah punya kebiasaan merokok.

 

Anda juga dapat menanyakan:

  • Kemungkinan penyebab sakit tenggorokan.
  • Penanganan seperti apa yang diperlukan.
  • Kapan waktu yang tepat untuk kembali masuk sekolah/kantor.
  • Hal yang sebaiknya tidak dilakukan atau makanan/minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi.

 

Diagnosis penyebab sakit tenggorokan menentukan jenis penanganan apa yang akan diberikan.