Loading…
Penyakit A-Z

Rubella

Gejala rubella yang sangat ringan sering tidak terdeteksi, terutama jika terjadi pada anak-anak. Gejala ini umumnya baru terasa antara 2 – 3 minggu setelah paparan virus terjadi. Masa ini disebut sebagai masa inkubasi.

Namun pada sebagian kasus, gejalanya bisa jadi sangat tampak, berupa:

  • Ruam kemerahan/merah muda yang bermula di wajah. Ruam ini berbentuk bintik-bintik merah muda yang mungkin terasa gatal. Bintik ini bermula di bagian belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, kepala, dada, perut, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam 3 – 4 hari.
  • Demam hingga 38,9°C, tetapi bisa lebih tinggi pada orang dewasa.
  • Hidung beringus.
  • Mata merah.
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher bagian belakang atau di belakang telinga. Kelenjar getah bening ini mengandung sel-sel darah putih yang membantu memerangi bakteri, virus, dan semua penyebab infeksi. Kelenjar ini biasanya membengkak sebelum ruam muncul. Pembengkakan yang kadang dapat terasa nyeri ini dapat berlangsung beberapa minggu setelah ruam hilang.
  • Nyeri sendi, terutama pada wanita muda.
  • Hilang nafsu makan.
  • Kelelahan.

 

Segera periksakan diri atau anak ke dokter jika merasakan gejala-gejala di atas untuk mengantisipasi risiko yang lebih serius. Meski demikian, ada kalanya orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala apapun, terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh baik.

Jika belum menerima vaksin MMR saat kecil, wanita yang akan menjalani kehamilan diharapkan bisa mendapatkan vaksin tersebut untuk menghindari risiko. Virus penyebab rubella yang menyerang ibu hamil, terutama di trimester pertama, dapat menyebabkan kelainan serius pada janin, bahkan aborsi spontan. Pemeriksaan antibodi dapat mengonfirmasi apakah seseorang telah kebal terhadap rubella atau belum.

Akan lebih baik jika pasien yang sedang mengalami gejala di atas untuk istirahat di rumah agar virus tidak tertular ke orang lain, terutama wanita hamil.
KAPAN HARUS KE DOKTER?

Jika belum menerima vaksin MMR saat kecil, wanita yang akan menjalani kehamilan diharapkan bisa mendapatkan vaksin tersebut untuk menghindari risiko. Virus penyebab rubella yang menyerang ibu hamil, terutama di trimester pertama, dapat menyebabkan kelainan serius pada janin, bahkan aborsi spontan. Pemeriksaan antibodi dapat mengonfirmasi apakah seseorang telah kebal terhadap rubella atau belum.

Konsultasikan diri Anda atau anak Anda ke Dokter atau Dokter Spesialis Anak apabila mengalami gejala di atas. Jika Anda sedang hamil dan mengalami gejala di atas, segera konsultasikan diri anda ke Spesialis Obstetri dan Ginekologi Anda atau dapat menghubungi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsula.