Loading…
Penyakit A-Z

Rubella

Rubella, sering disebut juga campak jerman atau campak 3 hari adalah infeksi virus dengan gejala utama ruam merah pada tubuh. Pengidapnya juga mengalami gejala lain seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar kepala dan leher, batuk dan flu, serta nyeri sendi. Rubella merupakan penyakit yang relatif tidak mematikan, tetapi akan menjadi sangat berbahaya jika diderita oleh ibu hamil, terutama pada awal kehamilan karena dapat menyebabkan dampak yang serius pada bayinya (seperti: tuli, katarak, gangguan jantung, dll) yang disebut dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Pengobatan dari penyakit ini, untuk Anda yang tidak hamil atau anak Anda, bersifat simtomatik atau hanya mengobati gejala saja. Namun, untuk memastikannya Anda disarankan untuk tetap menemui Dokter. Kasus rubella atau campak jerman dapat dihindari dengan pemberian vaksin MMR (mumps, measles dan rubella). Anda dapat memberikan vaksinasi ini kepada anak Anda pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 5-6 tahun atau pada wanita usia produktif yang dalam program kehamilan.

 

DEFINISI

Rubella, yang disebut juga campak jerman atau campak 3 hari adalah infeksi virus dengan gejala utama ruam merah. Pengidapnya juga akan mengalami gejala lain seperti demam, pembengkakan kelenjar di sekitar kepala dan leher, batuk dan flu, serta nyeri sendi.

Sesuai namanya, penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh dokter dari Jerman yang bernama Friedrich Hoffmann, saat pertengahan abad 18. Sedangkan untuk kasus yang menyebabkan kelainan / gangguan pada bayi (janin terinfeksi Rubella dari ibunya), ini pertama kali berhasil diidentifikasi oleh dokter spesialis mata Austaralia bernama Norman Mc Alister Gregg pada 1941.Meski punya karakteristik serupa, tetapi rubella berbeda dengan penyakit rubeola. Oleh karena banyak infeksi virus lain yang menyerupai Rubella, maka konfirmasi infeksi rubella sulit dilakukan. Isolasi virus dan test serokonversi adalah cara untuk mendiagnosis spesifik.

Cara penyebaran dari kelompok family Togaviridae ini serupa dengan virus flu yang berasal dari cairan hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi, kemudian menyebar ke udara saat pengidap bersin, bicara, atau batuk. Rubella juga dapat menyebar dari Ibu hamil yang terkena rubella ke janinnya. Walau demikian, butuh waktu sekitar 2 – 3 minggu hingga gejala mulai terlihat.

Pengidapnya sendiri dapat menulari orang lain sejak sepekan sebelum gejala terlihat hingga 4 hari setelah ruam pertama mulai terlihat. Oleh sebab itu, pengidapnya disarankan untuk tidak masuk kantor atau sekolah agar tidak menulari yang lain.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat reda dengan sendirinya dalam 7 – 10 hari, meski pembengkakan kelenjar dapat dirasakan hingga hitungan minggu. Walaupun dapat reda dengan sendirinya, tetapi Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter, terutama jika infeksi ini terjadi di masa kehamilan. Rubella menjadi kondisi yang serius jika dialami wanita yang berada di 20 minggu pertama kehamilan.

Pada masa ini, virus rubella dapat mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan kerusakan pada: jantung, pendengaran, penglihatan, serta otak. Penyakit yang mungkin ditimbulkan antara lain:

  • Tuli sensorineural, yang diketahui kemudian hari
  • Lesi mata, termasuk katarak.
  • Penyakit jantung kongenital, seperti: patent ductus arteriosus (PDA) dan stenosis arteri pulmonalis
  • Ukuran kepala yang relatif lebih kecil
  • Hambatan pertumbuhan janin.
  • Hepatosplenomegali dan gangguan hati.
  • Perubahan tulang.
  • Retardasi mental

Kelainan bawaan di atas disebut congenital rubella syndrome (CRS).  Jika terjadi di masa kehamilan, virus ini dapat menjadi penyebab kematian spontan pada janin dan kelainan kongenital berat. Sindrom rubella congenital ini terjadi pada 90% bayi yang dilahirkan oleh wanita yang terinfeksi rubella,terutama di trimester pertama kehamilan.

Hal yang patut diwaspadai, bayi yang lahir dengan rubella kongenital ini berisiko menyebarkan virus, sehingga merupakan ancaman bagi bayi lain, serta orang dewasa rentan yang berkontak dengan bayi tersebut. Pada bayi ini, virus dapat menyebar dari urin dan feses.

Paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan untuk meredakan demam atau nyeri. Sementara itu, pencegahan rubella umumnya dilakukan dengan pemberian vaksin measles-mumps-rubella (MMR). Imunisasi ini diberikan dalam dua dosis. Yang pertama umumnya diberikan pada usia 12-15 bulan, dan setelahnya memasuki masa sekolah. Jika saat kecil belum pernah menerima vaksin MMR, wanita berusia subur sebaiknya perlu mendapat imunisasi ini saat dewasa. Kini, karena sudah rutin dilakukan vaksinasi (MMR) sejak 1970, sekarang infeksinya jarang ditemukan.