Loading…
Penyakit A-Z

Postpartum Depression

Postpartum Depression (PPD) atau depresi pascapersalinan adalah sebuah gangguan kejiwaan yang dialami oleh perempuan setelah melahirkan. Gangguan ini dapat terjadi kapanpun setelah melahirkan dan bisa berlangsung selama 30 hari, atau bahkan hingga 1 tahun setelahnya.

Secara umum sebagian besar wanita mengalami gangguan emosional setelah melahirkan atau yang biasa disebut baby blues. Gangguan ini dapat pula terjadi setelah mengalami keguguran ataupun melahirkan bayi yang meninggal dunia saat dilahirkan. Gangguan ini dialami oleh perempuan primipara (pertama kali melahirkan) maupun multipara (melahirkan sudah lebih dari satu kali).

Berbeda dengan baby blues yang biasanya hilang dalam beberapa minggu, postpartum depression (PPD) dapat bertahan selama berbulan-bulan. Bahkan, dalam kasus yang jarang terjadi, seorang perempuan dapat mengalami depresi pascapersalinan tingkat berat, yang disebut psikosis postpartum. Keadaan ini darurat untuk ditangani, karena bisa dengan cepat memburuk dan menempatkan sang penderita atau orang lain di sekitarnya dalam bahaya.

 

Definisi Postpartum Depression

Postpartum Depression (PPD) atau depresi pascapersalinan adalah sebuah gangguan kejiwaan yang dialami oleh perempuan setelah melahirkan. Gangguan ini dapat terjadi kapanpun setelah melahirkan dan bisa berlangsung selama 30 hari, atau bahkan hingga 1 tahun setelahnya.

Secara umum sebagian besar wanita mengalami gangguan emosional setelah melahirkan atau yang biasa disebut baby blues. Gangguan ini dapat pula terjadi setelah mengalami keguguran ataupun melahirkan bayi yang meninggal dunia saat dilahirkan. Gangguan ini dialami oleh perempuan primipara (pertama kali melahirkan) maupun multipara (melahirkan sudah lebih dari satu kali).

Berbeda dengan baby blues yang biasanya hilang dalam beberapa minggu, postpartum depression (PPD) dapat bertahan selama berbulan-bulan. Bahkan, dalam kasus yang jarang terjadi, seorang perempuan dapat mengalami depresi pascapersalinan tingkat berat, yang disebut psikosis postpartum. Keadaan ini darurat untuk ditangani, karena bisa dengan cepat memburuk dan menempatkan sang penderita atau orang lain di sekitarnya dalam bahaya.

Penderita PPD dapat mengalami perasaan sangat sedih, putus asa, dan merasa tidak berharga. Tak hanya itu, penderita PPD juga mengalami kesulitan merawat dan menjalin ikatan dengan bayinya.

Pengobatan yang tepat bagi penderita depresi pascapersalinan adalah hal yang sangat penting. Semakin cepat si penderita diobati, akan semakin cepat pula dia akan merasa lebih baik dan dapat merawat bayinya dengan baik.

 

JENIS POSTPARTUM DEPRESSION

Ada 3 jenis depresi pascapersalinan:

Depresi Ringan

Baby blues atau maternity blues merupakan bentuk depresi pascamelahirkan (PPD) yang paling ringan tingkatannya. Baby blues kerap terjadi mulai 3 hari usai persalinan hingga 10 atau 14 hari kemudian. Seseorang yang sedang mengalami baby blues, akan tampak murung, penuh kecemasan, merasa sedih, sering menangis, insomnia dan kelelahan. Depresi ini hampir dialami oleh semua perempuan pascamelahirkan (prevalensi kejadian 70 hingga 80 persen).

Postpartum Major Depression (Depresi Berat Postpartum)

Bila periode baby blues tidak teratasi, maka tidak menutup kemungkinan lanjut ke tingkat selanjutnya, yakni postpartum major depression atau depresi berat pascamelahirkan. Tahap ini yang disebut sebagai postpartum depression.

Depresi berat pasca-melahirkan ini cenderung muncul pada tiga minggu atau lebih setelah melahirkan dan berlangsung lama hingga dapat dialami selama satu tahun. Gejala yang muncul meliputi perubahan suasana hati yang buruk dan sangat parah serta berlangsung lebih lama bila dibandingkan dengan gejala baby blues.

Depresi berat postpartum terjadi pada sekitar 10 persen perempuan yang telah melahirkan. Gejalanya antara lain:

  1. Sering menangis seraya berucap kata-kata tak jelas
  2. Susah konsentrasi
  3. Sulit membuat keputusan
  4. Selalu bersedih
  5. Merasa tidak mampu menjalankan hidup dengan baik
  6. Punya niat untuk bunuh diri

Postpartum Psychosis Depression (Psikosis Postpartum)

Gangguan kejiwaan pasca-melahirkan yang paling berat adalah psikosis postpartum. Psikosis postpartum adalah suatu kondisi mental yang sangat serius. Jenis depresi postpartum ini sangat jarang terjadi, presentasenya hanya 1 hingga 2 dari 1.000 perempuan.

Psikosis postpartum merupakan gangguan kejiwaan yang pasiennya menjadi “darurat psikiatri”, dengan kata lain pasien harus segera berada di dalam pengawasan medis psikiatri, karena dapat membahayakan keselamatan ibu, bayi dan lingkungan sekitar.

Gejala psikosis postpartum meliputi gangguan pikiran, delusi, halusinasi, serta respons yang tidak pantas atau tidak tertarik pada anak mereka. Pada awalnya, ibu yang mengalami psikosis postpartum akan mengalami insomnia yang memburuk, banyak melakukan agitasi (hasut kepada orang banyak), sering kebingungan, bermasalah pada daya ingat, dan mudah cemas.

Sumber: