Loading…
Artikel, Diet

Memaksimalkan Manfaat Detoks


Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone
Memaksimalkan Manfaat Detoks

Detoksifikasi atau proses pembuangan racun dari berbagai organ dalam ke luar tubuh dapat dimaksimalkan dengan cara tertentu.

Tida banyak orang tahu bahwa detoks ternyata membuat pelakunya merasakan beberapa perubahan pada tubuhnya. Ada kalanya perubahan ini terasa tidak menyenangkan sehingga membuat orang enggan untuk melanjutkan detoks. Padahal sebenarnya kondisi ini membuktikan bahwa proses detoks sedang membawa hasil. Berikut beberapa gejala yang mungkin dirasakan.

  • Pusing dan mual. Pakar diet detoks Andang Gunawan menegaskan bahwa reaksi pusing dan mual yang terjadi saat menjalani program ini adalah hal yang biasa. Reaksi yang disebut dengan krisis penyembuhan ini adalah proses keluarnya racun dari tubuh.
  • Urine yang berbau tajam dan berwarna lebih keruh. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang sebelumnya sering mengonsumsi obat.
  • Tinja berwarna pekat kehijauan hingga kehitaman, disertai lendir.
  • Buang angin dengan aroma menusuk.
  • Nyeri sendi, batuk, pilek.

 

Reaksi-reaksi di atas umumnya terjadi di hari ketiga detoks. Jika Anda belum juga merasakannya, bisa jadi detoks Anda belum maksimal. Efektivitas detoksifikasi ini sebenarnya dapat ditingkatkan dengan berbagai cara seperti berikut.

  • Hindari konsumsi minuman keras karena dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman berkafein hingga setidaknya tak lebih dari 300 miligram per hari.
  • Kurangi makanan olahan seperti makanan dalam kemasan kaleng, kotak, plastik, seperti yang banyak terdapat di supermarket. Makanan jenis ini umumnya mengandung pengawet serta bahan tambahan yang berlebih.
  • Perbanyak konsumsi air putih untuk memperlancar proses metabolisme tubuh. Jika urine Anda berwarna kuning pucat, maka itu salah satu tanda Anda telah mengonsumsi cukup air. Air membantu ginjal mengeluarkan ¬†nitrogen urea darah dan racun tubuh.
  • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan seperti kue dan camilan. Kelebihan gula akan meningkatkan kadar gula darah yang dapat meningkatkan risiko diabetes, kanker, dan penyakit jantung. ¬†
  • Cukupi kebutuhan istirahat harian.
  • Kelola stres agar tidak menyerang sistem kekebalan tubuh. Biasakan berpikir positif, melatih pernapasan, meditasi, yoga, atau melakukan kegiatan yang menenangkan.
  • Olahraga teratur atau biasakan tubuh bergerak aktif agar kelebihan garam dan produk metabolisme lainnya keluar dari kulit dalam bentuk keringat.
  • Sebisa mungkin lindungi diri dari paparan racun berbahaya di udara seperti karbon monoksida yang berasal dari berbagai sumber seperti kendaraan bermotor ataupun panggangan.

 

Hal yang tak kalah penting, temukan keseimbangan dalam setiap hal yang Anda lakukan. Melakukan salah satu bagian secara berlebihan hanya akan menyebabkan ketidakseimbangan yang berujung pada stres dan gangguan kesehatan.

Facebook Comments