Loading…
Penyakit A-Z

Melasma

Penyebab pasti munculnya masalah kulit melasma masih belum diketahui. Para ahli percaya bahwa bercak-bercak hitam pada melasma dapat dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kehamilan, pil KB, terapi penggantian hormon seperti Terapi Sulih Hormon dan progesteron, riwayat keluarga, ras, konsumsi obat anti kejang, dan obat-obatan lain yang membuat kulit lebih rentan pigmentasi setelah paparan cahaya ultraviolet (UV).

Paparan sinar matahari yang tidak terkontrol dianggap sebagai penyebab utama terjadinya melasma, terutama pada individu dengan kecenderungan genetik untuk kondisi ini. Studi klinis telah menunjukkan bahwa individu biasanya mengalami melasma di musim panas, ketika matahari paling intens. Sedangkan pada musim dingin, hiperpigmentasi yang terjadi karena melasma biasanya tidak terlalu terlihat.

Melasma yang terjadi selama kehamilan disebut dengan kloasma atau “topeng kehamilan”. Kehamilan meningkatkan hormon estrogen, progesteron, dan meningkatkan stimulasi sel melanosit. Melanosit adalah sel-sel di lapisan kulit terluar atau epidermis yang memproduksi melanin yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan.

Stimulasi sel melanosit terjadi selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Namun, peningkatan kadar hormon progesteron pada ibu hamil juga diduga memicu terjadinya melasma pada kulit.

Penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan menopause yang menerima terapi penggantian hormon progesteron lebih mungkin untuk mengalami melasma. Sedangkan perempuan menopause yang menerima estrogen saja lebih sedikit yang mengalami melasma.

Selain itu, produk atau perawatan yang mengiritasi kulit dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin dan mempercepat gejala melasma.

Orang dengan predisposisi genetik atau dikenal riwayat keluarga melasma berada pada peningkatan risiko mengalami melasma. Metode pencegahan penting yang dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga melasma agar tidak turut mengalami melasma adalah menghindari kulit dari paparan sinar matahari langsung. Caranya bisa dengan menggunakan tabir surya (sunblock) ekstra untuk menghindari rangsangan produksi pigmen. Mereka yang beresiko mengalami melasma pun dapat berkonsultasi pada dokter mereka dan menghindari penggunaan pil KB dan terapi penggantian hormon (HRT) jika memungkinkan.

Sumber: