Loading…
Penyakit A-Z

Lupus

Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan dan organ Anda sendiri. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi banyak sistem tubuh yang berbeda , termasuk: sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung dan paru-paru.

Lupus bisa sulit untuk didiagnosis karena tanda-tanda dan gejalanya sering meniru penyakit lainnya. Oleh karenanya, lupus disebut-sebut sebagai penyakit dengan seribu wajah. Namun, tanda yang paling khas dari lupus adalah timbulnya ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu bagian hidung dan menjalar ke kedua pipi meskipun tidak semua kasus lupus memiliki ruam tersebut.

Beberapa orang dilahirkan dengan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit lupus dalam dirinya. Hal ini bisa karena dipicu oleh infeksi, obat-obatan tertentu atau bahkan sinar matahari. Meskipun tidak ada obat untuk lupus, pengobatan rutin dan teratur dapat membantu mengendalikan gejala.

 

Jenis-jenis Lupus

1) Systemic lupus erythematosus (SLE)

Ketika kebanyakan orang berbicara tentang lupus, mereka mengacu pada SLE. “Sistemik” berarti bahwa penyakit ini dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Gejala SLE dapat ringan atau berat, dan meskipun lebih sering terjadi pada orang berusia antara 15-45 tahun, dapat juga terjadi selama masa kanak-kanak atau usia di atas 45 tahun.

2) Discoid lupus erythematosus (DLE)

DLE adalah penyakit lupus yang menyebabkan gangguan kulit kronis dengan kondisi kulit merah, muncul ruam pada wajah, kulit kepala atau area tubuh lainnya.

Daerah yang terdapat ruam menjadi tebal, bersisik dan dapat menyebabkan jaringan parut. Ruam bisa berlangsung selama berhari-hari atau tahun dan dapat kambuh. Meskipun kecil persentasenya, namun orang dengan DLE memiliki potensi menjadi SLE.

3) Subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE)

SCLE mengacu lesi kulit yang muncul di bagian tubuh yang terkena paparan sinar matahari. Lesi tidak menyebabkan jaringan parut.

4) Drug-induced lupus (DIL)

Ada sejumlah obat yang dapat menyebabkan DIL seperti beberapa obat anti kejang, obat tekanan darah tinggi, obat tiroid, antibiotik, obat antijamur dan pil kontrasepsi. Gejala biasanya hilang sepenuhnya setelah konsumsi obat tersebut dihentikan.

5) Neonatal lupus

Neonatal lupus adalah penyakit langka yang dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dari wanita dengan SLE, sindrom Sjögren, atau tanpa penyakit sama sekali. Namun, kebanyakan bayi dari ibu dengan SLE lahir sehat.

Para ilmuwan menduga bahwa lupus neonatal sebagian disebabkan oleh autoantibodi dalam darah ibu yang disebut anti-Ro (SSA) dan anti-La (SSB).

Saat lahir, bayi dengan lupus neonatal memiliki ruam kulit, masalah hati dan jumlah darah rendah. Gejala ini biasanya berhenti pada saat anak berusia 6 bulan, namun manifestasi paling serius adalah memiliki penyakit jantung bawaan yang membutuhkan alat pacu jantung dan memiliki tingkat kematian sekitar 20%. Oleh karenanya, penting bagi wanita dengan SLE atau gangguan autoimun lain terkait berada di bawah perawatan dokter selama kehamilan.