Loading…
Artikel, Diet, Kehamilan, Reproduksi

Kesehatan Reproduksi Pria Bergantung pada Gaya Hidup


Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone
Kesehatan Reproduksi Pria Bergantung pada Gaya Hidup

Gangguan kesuburan seringkali ditimpakan sepihak pada wanita. Padahal bisa jadi gangguan tersebut ada pada kesehatan reproduksi pria.

 

Banyak pria tidak menyadari bahwa faktor tertentu di lingkungan sekitar ternyata dapat menimbulkan gangguan pada organ reproduksi pria.  Faktor tersebut antara lain pestisida, radiasi, obat-obatan baik legal maupun ilegal, rokok, hawa panas, dan beberapa bahan kimia.

 

Berikut adalah beberapa bahan dan kebiasaan yang diduga memicu gangguan pada organ reproduksi.

  • Diabetes dan penyakit jantung juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Perawatan dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti pengangkatan kelenjar prostat dapat memicu disfungsi ereksi.
  • Merokok juga meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ereksi.
  • Obesitas dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan disfungsi ereksi.
  • Disfungsi ereksi juga dapat disebabkan penyakit yang menyerang saraf seperti cidera tulang belakang dan stroke.
  • Penis yang ditindik  dapat menyebabkan infeksi dan gangguan aliran urine, serta mengurangi kemampuan ereksi.
  • Masturbasi agresif dapat menyebabkan penis cidera.
  • Paparan insektisida, timah, organofosfat, DDE, mangan, dan phthalates dapat mengakibatkan rendahnya kadar hormon pada pria. Kondisi ini dapat mempengaruhi produksi sperma atau performa seksual pria.
  • Paparan buangan gas knalpot, pestisida, bisphenol A, kromium, dan paraquat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah sperma yang pada akhirnya dapat mengganggu kesuburan pria.
  • Paparan insektisida, pestisida, bisphenol A, dan nikel dapat menyebabkan bentuk sperma yang tidak teratur.
  • Terlalu lama atau terlalu sering bersepeda dapat berisiko menyebabkan disfungsi ereksi dan penis menjadi tidak sensitif.

 

Kesehatan organ reproduksi pria lebih dari sekedar kemampuan penis pria untuk melakukan ereksi, ejakulasi, dan bereproduksi. Dalam jangka panjang, gangguan pada organ ini dapat menyebabkan stres, rendahnya kepercayaan diri, hingga persoalan hubungan pria dan wanita. Oleh sebab itu, pria juga wajib menjaga kesehatan reproduksinya, antara lain dengan beberapa cara berikut.

 

  • Kenakan kondom saat berhubungan seksual, terutama jika sering berganti pasangan, untuk menghindari penyakit menular seksual.
  • Cuci penis dengan air hangat setiap hari saat mandi, tetapi jangan terlalu sering menggunakan sabun karena dapat menyebabkan iritasi. Jika penis masih berkulup, tarik kulit ini secara perlahan dan bersihkan bagian bawahnya. Penumpukan pelumas alami pada penis ini dapat menyebabkan perkembangbiakan bakteri yang berujung  pada penyakit balanitis. Selain itu lebih baik pilih sabun ringan tanpa aroma.
  • Hindari menggunakan deodoran ataupun bedak pada panis.
  • Jangan lupa untuk membersihkan bagian bawah penis dan testikel untuk mencegah bau tak sedap karena sering tertutup pakaian dalam.
  • Cek ada tidaknya benjolan pada testikel.
  • Kenakan pakaian dalam yang longgar, nyaman, dan dengan bahan yang menyerap keringat.

 

Secara umum, kesehatan organ reproduksi pria dapat dijaga dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, pola makan dan istirahat sehat dan teratur.

Facebook Comments