Loading…
Penyakit A-Z

Keputihan

Penyebab keputihan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu keputihan secara fisiologis dan patologis.

Keputihan Fisiologis

Keputihan secara fisiologis merupakan cairan berwarna transparan atau putih yang keluar dari lubang vagina perempuan yang banyak mengandung sel epitel dan sedikit sel darah putih (leukosit). Keputihan ini terjadi secara normal bukan karena adanya proses infeksi. Keputihan fisiologis ini juga dapat timbul akibat pengaruh hormon. Umumnya keputihan fisiologis dialami oleh perempuan saat menjelang atau sesudah haid, saat terangsang secara seksual, di masa kehamilan, saat kelelahan, stres, dan saat sedang mengonsumsi obat-obat hormonal seperti pil KB.

Ada beberapa kasus ditemukan keputihan normal namun sering membuat khawatir, yaitu pada:

  1. Bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan pada usia 10 hingga 14 hari yang disebabkan pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina bayi.
  2. Perempuan remaja yang akan pertama kali mengalami menstruasi. Keputihan ini timbul karena pengaruh estrogen dan akan hilang dengan sendirinya.
  3. Rangsangan seksual pada wanita dewasa.
  4. Waktu sekitar ovulasi, karena sekret (cairan) dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih encer.
  5. Pada wanita dengan penyakit menahun, karena pengeluaran sekret kelenjar serviks uteri juga bertambah.

Anda perlu waspada bila keputihan yang dialami dirasa tidak normal, yakni yang ditandai dengan keputihan yang berbau tak sedap, berwarna kecoklatan, menimbulkan gatal di area vagina atau bahkan berbusa. Hal-hal tersebut merupakan ciri keputihan yang tidak normal atau yang disebut keputihan patologis.

Keputihan Patologis

Keputihan patologis terbanyak disebabkan oleh infeksi biasanya oleh jamur, bakteri jahat, parasit, dan virus. Selain hal-hal tersebut, keputihan patologis juga disebabkan oleh infeksi atau inflamasi yang terjadi pada vagina (vaginitis) karena bahan-bahan kimiawi seperti penggunaan obat-obatan topical atau pembersih vagina berulang-ulang. Juga dapat ditemukan pada neoplasma di area genital (masa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan, dan tidak terkordinasi) baik jinak maupun ganas. Keputihan patologis juga dapat dicirikan dengan cairannya yang berwarna kekuningan sampai hijau, sering kali lebih kental dan berbau, serta banyak mengandung leukosit.

Jika keputihan yang Anda alami memiliki ciri-ciri tidak normal, seperti: berbau tidak sedap, berwarna kuning, abu-abu, atau hijau, menyebabkan gatal di area vagina, dan atau bahkan berbusa, maka Anda harus waspada karena keputihan yang Anda alami termasuk dalam jenis keputihan patologis.

Penyebab yang sering menimbulkan keputihan patologis adalah infeksi antara lain disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya masalah keputihan patologis:

  • Penggunaan antibiotik atau steroid, karena dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh.
  • Bakterial vaginosis (BV). Kasus ini lebih sering terjadi pada perempuan yang sedang hamil atau perempuan yang memiliki banyak pasangan seksual karena mengalami infeksi bakteri.
  • Penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa jenis alat kontrasepsi dapat menyebabkan keputihan yang bermasalah karena rangsangan mekanis pada alat kontrasepsi menyebabkan keluarnya cairan berlebihan. Alat kontrasepsi yang dimaksud temasuk, alat kontrasepsi jenis oral, pil KB, kondom, diafragma dengan spermatisida, dan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
  • Penggunaan kosmetik untuk yang mengenai vagina seperti sabun wangi atau lotion untuk vagina.
  • Penggunaan douche.
  • Trikomoniasis. Infeksi parasit biasanya didapatkan dari hubungan seksual tanpa menggunakan kondom
  • Penyusutan dan penipisan jaringan pada vagina (atrofi) yang keluar dari vagina selama periode menopause
  • Sakit vaginitis, inflamasi atau iritasi pada atau sekitar vagina.
  • Infeksi pada area vagina yang disebabkan oleh jamur dari salah satu spesies Candida, yaitu Candida albicans yang menyebabkan infeksi kandidiasis
  • Sakit diabetes. Tingginya kadar gula darah dalam tubuh mendukung proses kehidupan bakteri pada vagina sehingga membuka peluang terjadinya keputihan patologis.
  • Infeksi panggul setelah operasi
  • Penyakit radang panggul
  • Kanker serviks
  • Penyakit menular seksual, seperti: infeksi klamidia atau gonore

 

Sumber: