Loading…
Penyakit A-Z

Keputihan

Adanya cairan keputihan yang bersifat patologis oleh seorang perempuan menandakan adanya suatu penyakit yang dialami. Oleh karena itu, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis penyakit apa yang menyebabkan keputihan yang tidak wajar (patologis) tersebut terjadi. Serangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan, meliputi:

 

Anamnesis:

Dokter akan bertanya mengenai:

  • usia pasien
  • sudah berapa lama mengalami keluhan keputihan tersebut
  • karakteristik keputihan yang dialami pasien
  • metode kontrasepsi yang dipakai
  • aktivitas seksual
  • perilaku atau kebiasaan sehari-hari
  • riwayat menstruasi
  • kemungkinan hamil

Bila keputihan yang dialami timbul secara akut (tiba-tiba), maka keputihan dapat diduga terjadi akibat infeksi atau pengaruh zat kimia.

 

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik secara umum harus dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan penyakit menahun, gagal ginjal, infeksi saluran kemih, dan infeksi lainnya yang berkaitan dengan masalah keputihan yang dialami pasien.

Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan genitalia, meliputi inspeksi dan palpasi genitalia bagian luar, pemeriksaan dengan menggunakan alat spekulum untuk melihat bagian dalam vagina dan mulut rahim, dan pemeriksaan panggul dengan menggunakan teknik bimanual. Untuk menilai cairan pada dinding vagina, kontaminasi dengan lendir mulut rahim dihindari sebaik mungkin.

 

Pemeriksaan Laboratorium

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah:

  • Penentuan tingkat keasaman pada vagina
    • Penentuan tingkat keasaman vagina (pH) dilakukan dengan kertas indikator pH (tingkat keasaman normal vagina berkisar antara 3.0 hingga 4,5).
  • Penilaian sediaan basah
    • Penilaian ini dilakukan dengan mengambil sampel cairan keputihan vagina untuk diperiksa dengan menggunakan cairan KOH 10% dan larutan garam fisiologis.
  • Pewarnaan gram
    • Metode pewarnaan gram merupakan salah satu prosedur yang sangat penting dan paling banyak digunakan dalam menentukan klasifikasi bakteri yang menjadi penyebab terjadinya keputihan.
  • Kultur
    • Dengan metode kultur, maka kuman penyebab dapat ditentukan secara pasti. Tetapi seringkali kuman dapat tidak tumbuh sehingga penafsiran harus dilakukan secara hati hati.
  • Pemeriksaan serologis
    • Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit herpes simpleks genitalis dan penyakit yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) dengan pemeriksaan ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay).
  • Tes Pap Smear
    • Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya keganasan pada mulut rahim yang disebabkan akibat infeksi Human Papiloma Virus (HPV), peradangan mulut rahim, sitologi hormonal dan evaluasi hasil terapi.