Loading…
Penyakit A-Z

Kanker Serviks

Kanker serviks kerap ada tanpa gejala. Oleh karenanya banyak pasien kanker serviks yang mengetahui penyakitnya ketika sudah di stadium lanjut.

Gejalanya sulit dideteksi karena menyerupai gejala penyakit khas perempuan, seperti siklus menstruasi, infeksi jamur, atau infeksi saluran kemih.

Kenalilah gejala-gejala yang berkaitan dengan  gejala kanker serviks, di antaranya:

  • Perdarahan abnormal, seperti perdarahan di luar periode menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah pemeriksaan panggul, atau perdarahan setelah memasuki massa menopause. Pasalnya, perdarahan yang tidak teratur adalah gejala yang paling umum dari kanker serviks.
  • Keputihan yang abnormal dalam jumlah, warna, konsistensi, atau baunya yang menyengat.
  • Lebih sering buang air kecil (BAK) dan nyeri saat BAK
  • Nyeri panggul

Bila Anda merasakan mengalami beberapa gejala tersebut, segeralah lakukan pemeriksaan. Biasanya, tanda pertama dari kanker serviks adalah ketika saat melakukan tes screening Pap smear terdeteksi adanya perubahan pada sel-sel di area serviks. Pap smear adalah tes rutin untuk melihat apakah ada perubahan pada sel-sel di area serviks, baik sel normal menjadi abnormal atau pun prakanker menjadi kanker.

Sumber: http://www.healthline.com/health/cervical-cancer-symptoms#Symptoms2

 

KAPAN HARUS KE DOKTER?

Segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki:

  • perdarahan tak terduga di luar periode menstruasi,
  • perdarahan pada vagina saat telah memasuki masa menopause,
  • periode menstruasi yang tidak teratur atau 1 ½ sampai 2 kali lebih lama dari biasanya selama 3 bulan berturut-turut. Misalnya, sebut jika menstruasi Anda biasanya berlangsung 6 hari tetapi kini telah berlangsung antara 9 dan 12 hari selama 3 periode terakhir Anda.
  • perdarahan hebat pada vagina,
  • nyeri saat berhubungan seks,
  • pendarahan tak terduga setelah seks,
  • keputihan abnormal yang berlendir dan mengandung darah.

Sumber: http://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/cervical-cancer-when-to-call-a-doctor