Loading…
Penyakit A-Z

Jerawat

Terdapat banyak cara untuk mengobati jerawat, dimulai dari pengobatan mandiri hingga pengobatan secara medis, tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami. Jika produk-produk perawatan kulit yang dijual bebas di pasaran masih belum dapat menyembuhkan jerawat Anda, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengontrol jerawat Anda, mencegah, dan mengurangi bekas jerawat.

Obat jerawat bekerja dengan mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan infeksi bakteri atau mengurangi peradangan yang juga membantu mencegah terbentuknya jaringan parut. Sebagian besar obat jerawat yang diresepkan dokter tidak memberikan efek segera. Anda mungkin tidak akan melihat hasil signifikan selama empat sampai delapan minggu, dan kulit Anda mungkin menjadi lebih buruk sebelum akhirnya mengalami perbaikan. Pengobatan tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk membersihkan jerawat Anda secara maksimal.

Biasanya dokter akan memberikan obat tergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawat yang dialami. Obat yang diresepkan bisa berupa obat oles atau obat oral. Seringkali, obat yang digunakan kombinasi obat oral dan oles. Namun, bagi ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat oral dalam menangani kasus jerawat yang dialaminya. Bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari obat-obatan dan perawatan lainnya untuk Anda pertimbangkan.

 

Obat oles/topikal

Obat-obat topikal atau obat oles dapat bekerja dengan baik bila diaplikasikan pada kulit yang sudah dibersihkan kurang lebih 15 menit dan sudah dalam kondisi kering sebelum dioleskan salep atau krim. Anda mungkin tidak melihat manfaat dari perawatan ini selama beberapa minggu dan Anda mungkin melihat iritasi kulit pada awal-awal penggunaan, seperti kemerahan, kering dan pengelupasan.

Bila terjadi efek samping demikian, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah untuk meminimalkan efek samping tersebut seperti menggunakan dosis bertingkat secara bertahap, membersihkan obat setelah diaplikasikan ke wajah secara aplikasi dalam waktu singkat, atau beralih ke obat lain.

Obat topikal yang paling umum digunakan untuk jerawat adalah:

  • Benzoil peroksida. Bekerja sebagai antiseptik untuk mengurangi jumlah bakteria pada permukaan kulit, mengurangi jumlah komedo putih dan hitam, serta memberikan efek anti inflamasi. Obat ini dapat berbentuk krim atau gel dan digunakan sebanyak 1-2 kali sehari. Benzoil peroksida biasanya dipakai 20 menit setelah Anda mencuci wajah Anda. ketika Anda menggunakan obat ini, hindari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya karena dapat membuat wajah Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari. Beberapa efek sampingnya adalah kulit kering, sensasi terbakar atau gatal kulit, kemerahan dan pengelupasan kulit.
  • Retinoid topikal. Bekerja dengan mengelupaskan kulit sehingga mencegah penumpukan kulit dalam folikel rambut. Obat ini dapat berbentuk krim, gel atau pun losion. Obat retinoid yang berasal dari vitamin A ini juga mengandung tretinoin, adapalene, dan tazarotene. Retinoid digunakan satu kali sehari pada malam hari, kurang lebih 20 menit setelah Anda mencuci wajah Anda. Obat ini tidak dianjurkan pada ibu hamil karena memiliki resiko menyebabkan kelainan bawaan pada janin. Efek samping yang sering ditemui adalah iritasi ringan kulit dan sensasi nyeri.
  • Antibiotik topikal. Berfungsi untuk membunuh bakteri pada kulit yang dapat menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Beberapa efek samping yang sering ditemui adalah iritasi ringan kulit, kemerahan dan sensasi terbakar pada kulit, dan pengelupasan kulit.
  • Asam azelaic. Merupakan pengobatan alternatif apabila efek samping benzoil peroksida dan retinoid tidak dapat ditoleransi oleh pasien. Obat ini bekerja dengan menyingkirkan kulit mati pada wajah dan membunuh bakteria. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang diaplikasikan dua kali sehari. Beberapa efek samping obat ini adalah sensasi nyeri atau terbakar pada kulit, gatal, kulit kering, dan kemerahan.
  • Dapson (Aczone). Gel ini paling efektif bila dikombinasikan dengan retinoid topikal. Efek samping yang sering dialami adalah kulit kering dan kemerahan.

 

Obat oral

  • Antibiotik oral mungkin dibutuhkan pada kasus jerawat dengan tingkat keparahan sedang hingga berat untuk mengurangi bakteria dan melawan inflamasi. Beberapa antibiotik yang seringkali dipakai adalah minosiklin dan doksisiklin. Beberapa efek samping yang mungkin dialami adalah mual dan pusing. Obat ini juga meningkatkan sensitivitas Anda terhadap sinar matahari. Antibiotik tetrasiklin tidak dianjurkan pada ibu hamil karena dapat menyebabkan perubahan warna gigi dan mengurangi pertumbuhan tulang pada anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengonsumsi obat ini.
  • Kombinasi kontrasepsi oral. Obat ini berfungsi dalam menatalaksana keluhan jerawat pada wanita. Beberapa efek samping yang sering dialami adalah sakit kepala, nyer payudara, mual, peningkatan berat badan, dan perdarahan dari vagina. Komplikasi serius yang mungkin terjadi adalah peningkatkan ringan dari resiko pembekuan darah.
  • Agen anti-androgen, contohnya spironolakton. Bekerja dengan memblokir efek hormon androgen pada kelejar sebasea. Beberapa efek samping adalah nyeri payudara, nyeri menstruasi, dan retensi kalium pada tubuh.
  • Diberikan pada pasien yang mengalami jerawat dengan tingkat keparahan berat. Penggunaan obat ini membutuhkan pengawasan ketat dari dokter karena dapat menyebabkan penyakit ulseratif kolitis (sebuah penyakit inflamasi pada saluran cerna), peningkatan resiko terjadinya depresi, dan cacat bawaan pada janin.

 

Terapi Lainnya

  • Terapi cahaya. Bekerja dengan membunuh bakteria yang menyebabkan inflamasi pada jerawat. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri, kemerahan sementara pada wajah, dan sensitivitas terhadap cahaya matahari.
  • Peeling dengan menggunakan cairan kimia asam salisilat. Terapi ini lebih efektif apabila diberikan bersamaan dengan terapi jerawat lainnya selain retinoid oral. Peeling dapat menyebabkan kemerahan kulit wajah sementara dan perubahan warna kulit (diskolorasi).
  • Ekstaksi komedo putih dan hitam. Dokter spesialis kulit Anda dapat menggunakan alat tertenetu untuk mengambil komedo putih dan hitam yang tidak berhasil ditangani dengan obat oles.
  • Injeksi steroid. Obat ini biasanya hanya diberikan untuk menangani jerawat nodular dan kistik.

 

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis kulit Anda apabila:

  • Terdapat bekas luka jerawat yang menetap setelah jerawat mengalami penyembuhan
  • Jerawat bertambah besar dan keras, atau berisi cairan
  • Anda mengalami gejala lain yang mengkhawatirkan seperti tumbuhnya rambut wajah pada wanita (hirsutisme)
  • Jerawat Anda muncul setelah Anda mengkonsumsi pengobatan tertentu yang diberikan oleh dokter
  • Jerawat Anda mulai muncul dan mungkin disebabkan oleh paparan cairan kimia atau substansi lainnya
  • Pengobatan mandiri yang sudah Anda lakukan di rumah tidak dapat menyelesaikan masalah jerawat yang Anda alami

 

Pada jerawat yang disebabkan oleh keadaan medis tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam (internis). Sedangkan pada anak kecil yang mengalami jerawat yang mengkhawatirkan, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Anda harus meminta pertolongan medis segera apabila setelah menggunakan produk kulit, Anda menunjukkan tanda dan gejala alergi seperti kesulitan bernapas, pembengkakan di daerah sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah, perasaan tercekik, dan pingsan.

 

PENGOBATAN MANDIRI

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengurangi jerawat adalah:

  • Cuci wajah dengan lembut sebanyak satu hingga dua kali sehari.
  • Jangan memencet jerawat Anda karena seringkali menyebabkan infeksi, perburukan pada jerawat, dan bekas luka.
  • Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering. Pilihlah pelembab yang bersifat “nonkomedogenik” atau tidak menyebabkan komedo.

 

Beberapa situs internet menyarankan pembacanya untuk menggunakan pasta gigi untuk mengeringkan jerawat. Walaupun pasta gigi mengandung antibakteria, tetapi pasta gigi juga mengandung substansi lain yang dapat mengiritasi dan merusak kulit Anda. Sehingga penggunaan pasta gigi tidak dianjurkan dalam menangani jerawat.