Loading…
Penyakit A-Z

Jerawat

Biasanya tidak ada tes khusus yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis jerawat dan mengobatinya. Seorang dokter, khususnya dokter spesialis kulit dapat mendiagnosis jerawat hanya dengan melihat kondisi kulit Anda.

Jerawat umumnya dialami di area kulit wajah, tapi ada juga pasien yang memiliki jerawat di area lain seperti kulit di daerah dada dan punggung. Dokter akan memeriksa atau melihat kondisi area kulit tersebut untuk mengetahui jenis bintik jerawat yang dialami. Sesekali dokter akan memeriksa tes hormon atau tes darah sebelum memberikan pengobatan, bila tingkat keparahan jerawat pasien dinilai sudah di tahap parah atau sangat parah.

Untuk menentukan derajat keparahan jerawat, luas area kulit tubuh yang mengalami jerawat dan tingkat peradangan dan nyeri dapat membantu untuk menegakkan diagnosis. Hal ini penting dalam perencanaan perawatan Anda.

Terdapat empat tingkatan yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keparahan jerawat:

  • Tingkat pertama: ringan. Jerawat sebagian besar terbatas pada komedo, baik komedo putih maupun komedo hitam, disertai dengan beberapa papul dan pustul.
  • Tingkat kedua: moderat/sedang. Bila ada beberapa papul dan pustul, yang sebagian besar terdapat di area kulit wajah.
  • Tingkat ketiga: cukup parah. Bila ada sejumlah besar papul dan pustul, serta nodul yang meradang sesekali. Jerawat tak hanya terdapat di area kulit wajah, tetapi juga ada di kulit area punggung dan dada.
  • Tingkat keempat: parah. Bila ada sejumlah besar bintik jerawat jenis pustula dan nodul yang besar-besar serta terasa menyakitkan.

 

Apabila jerawat tiba-tiba muncul ketika seorang perempuan sudah berusia dewasa (sudah melewati masa pubertas), itu bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti tumbuhnya rambut tubuh yang berlebihan (hirsutism) dan menstruasi yang tidak teratur. Penyebab paling umum dari ketidakseimbangan hormonal pada wanita adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS dapat didiagnosis dengan menggunakan kombinasi scan USG dan tes darah.

Pada kebanyakan kasus, dokter kulit atau penyedia perawatan kesehatan lainnya dapat melakukan diagnosis jerawat dengan memeriksa kulit yang terkena. Namun, dokter Anda mungkin akan melakukan anamnesis dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk memastikan diagnosis jerawat yang tepat dan untuk menyingkirkan gangguan kulit lainnya. Berikut ini yang biasanya termasuk dalam pertanyaan anamnesis dokter saat mendiagnosis jerawat:

  • Pemicu jerawat seperti stres atau siklus menstruasi
  • Riwayat kulit yang sensitif atau riwayat penyakit kulit lainnya seperti eksim
  • Penyakit lain yang dapat mempengaruhi pemberian pengobatan atau alergi obat tertentu
  • Riwayat menstruasi yang tidak teratur, riwayat kehamilan, dan menyusui
  • Penggunaan obat-obatan seperti steroid (misalnya, untuk binaraga) atau kontrasepsi oral
  • Tipe sabun muka, losion, tabir surya, dan produk rambut yang digunakan
  • Pengaruh jerawat terhadap tingkat kepercayaan diri, adanya gangguan suasana perasaan atau depresi
  • Pengobatan yang sudah dicoba selama ini dan efektifitasnya

 

Dalam beberapa kasus, jerawat dapat meniru gangguan kulit terkait lainnya. Informasi yang didapat dari sesi-tanya jawab atau anamnesis tersebut akan membantu dokter untuk menegakkan diagnosis.