Loading…
Penyakit A-Z

Hipertensi

Penyebab tekanan darah tinggi primer yang sering dialami orang dewasa umumnya tidak teridentifikasi, tetapi dapat berkembang dari tahun ke tahun. Sedangkan hipertensi sekunder adalah kondisi tekanan darah tinggi yang lebih jarang terjadi dan disebabkan oleh faktor tertentu lainnya seperti:

  • Gangguan ginjal
  • Diabetes
  • Lupus, sebuah keadaan di mana sistem imun tubuh menyerang bagian tubuh sendiri seperti kulit, sendi, maupun organ lain
  • Skleroderma, sebuah keadaan yang menyebabkan penebalan kulit, gangguan pada organ lain, dan pembuluh darah
  • Tumor pada kelenjar adrenal
  • Apnea tidur obstruktif (OSA), yang berarti terganggunya pernapasan karena dinding tenggorokan yang rileks dan menyempit ketika kita sedang tidur
  • Gangguan organ tiroid
  • Kelainan pembuluh darah bawaan
  • Konsumsi obat-obatan terlarang seperti amfetamin dan kokain
  • Konsumsi minuman keras berlebih dan dalam jangka waktu panjang
  • Penggunaan obat-obatan tertentu lainnya

 

Walaupun umumnya penyebab tekanan darah tinggi tidak dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kondisi ini, yaitu:

  • Resiko tekanan darah tinggi semakin meningkat sejalan dengan pertambahan usia. Pada umumnya, tekanan darah tinggi mulai muncul pada usia pertengahan, kurang lebih di atas 45 tahun.
  • Tekanan darah tinggi seringkali ditemukan pada orang berkulit hitam dan muncul lebih cepat apabila dibandingkan dengan orang berkulit putih. Sehingga tekanan darah tinggi lebih sering ditemui pada keturunan Afrika atau Karibia.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi.
  • Mengidap obesitas atau kelebihan berat badan. Semakin tinggi berat badan seseorang, semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi ke jaringan-jaringan tubuh. Peningkatan volume darah pada pembuluh darah akan meningkatkan pula tekanan pada dinding pembuluh darah yang berujung pada tekanan darah tinggi/hipertensi.
  • Kurang olahraga. Orang yang kurang aktif beraktivitas akan memiliki denyut jantung yang lebih tinggi, sehingga terjadi peningkatan tekanan pada dinding pembuluh darah.
  • Punya kebiasaan merokok dan atau mengonsumsi minuman keras. Zat-zat yang terdapat dalam rokok akan merusak dan menyebabkan penyempitan pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga meningkatkan tekanan darah. Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak organ jantung. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi alkohol lebih dari 2 gelas sehari pada pria dan lebih dari 1 gelas per hari pada wanita dapat mempengaruhi tekanan darah.
  • Terlalu banyak kadar garam dalam makanan.
  • Terlalu sedikit kadar kalium dalam makanan.
  • Kurangnya kadar vitamin D dalam makanan. Vitamin D berpengaruh pada produksi sebuah enzim tertentu dalam ginjal yang berpengaruh pada tekanan darah seseorang.
  • Kadar stres tinggi dapat menyebabkan peningkatan sementara pada tekanan darah seseorang.
  • Keadaan kronik tertentu, seperti gangguan ginjal, gangguan tidur, dan diabetes.

 

Faktor-faktor di atas menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup sehat merupakan cara utama dalam menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Penggunaan obat-obatan tertentu ternyata juga meningkatkan potensi risiko tekanan darah tinggi. Cermati kelompok obat tersebut di bawah ini.

  • Pil kontrasepsi oral
  • Obat golongan steroid.
  • Sebagian obat herbal, terutama yang mengandung liquorice.
  • Beberapa obat-obatan anti-inflamasi seperti naxopren dan ibuprofen.
  • Sebagian obat bebas untuk menangani flu dan batuk.
  • Sebagian obat terlarang seperti amfetamin dan kokain.
  • Beberapa antidepresan golongan serotonin-noradrenaline reuptake inhibitor (SSNRI) seperti venlafaxine.

 

Tekanan darah tinggi pada orang yang mengonsumsi obat-obatan ini dapat kembali normal dengan sendirinya ketika konsumsi obat-obatan ini dihentikan.