Loading…
Penyakit A-Z

Hipertensi

Pengobatan tekanan darah tinggi sangat tergantung pada tingginya tekanan darah dan kondisi umum setiap pasien. Secara umum, tatalaksana yang diberikan terdiri dari perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Apabila ditemukan pasien dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg tanpa faktor risiko lainnya, dokter terutama akan menyarankan perubahan gaya hidup. Sedangkan obat-obatan akan dipertimbangkan jika tekanan darah Anda lebih dari 140/90 mmHg dengan faktor risiko lainnya. Sedangkan obat-obatan umumnya akan diberikan pada pengidap hipertensi di atas 160/100 mmHg.

 

Akan tetapi sebanyak apapun obat yang dikonsumsi, pengobatan hipertensi tidak akan memberikan efek yang cukup jika tidak disertai perubahan gaya hidup. Di bawah ini adalah panduan yang dapat diikuti untuk memiliki gaya hidup bebas hipertensi:

  • Jaga berat badan agar tetap normal.
  • Berhenti merokok.
  • Olahraga secara teratur.
  • Berhenti atau batasi konsumsi minuman keras.
  • Batasi konsumsi garam hingga kurang dari 6 gram per hari.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar.
  • Batasi konsumsi kafein seperti yang terkandung dalam minuman bersoda, teh, dan kopi.
  • Istirahat teratur dan cukup, setidaknya 6 jam sehari.

 

Mengubah gaya hidup dalam jangka panjang tidak hanya dapat mengurangi risiko hipertensi, tetapi juga menghindari diri Anda dari berbagai penyakit kronis.

Jenis obat yang diberikan untuk menangani hipertensi pun dapat tergantung pada tingginya tekanan darah dan kondisi kesehatan yang terkait. Orang berusia lebih dari 60 tahun ke atas, misalnya, umumnya mengalami tekanan diastolik yang normal, tetapi tekanan sistoliknya tinggi, sehingga disebut mengalami hipertensi sistolik terisolasi. Dokter umumnya akan memberikan obat untuk menurunkan tekanan darah sistolik hingga kurang dari 140 mmHg.

Di bawah ini adalah beberapa obat yang umumnya akan diberikan untuk menangani hipertensi.

  • Golongan penyekat beta bekerja dengan mengurangi beban kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah. Dengan begitu jantung akan berdetak lebih ringan dan lambat. Contoh obat golongan penyekat beta adalah acebutolol (Sectral) dan atenolol (Tenormin). Obat ini dapat bekerja lebih efektif jika dipadukan dengan obat tekanan darah ¬†lain.
  • Golongan diuretik thiazide: adalah obat untuk ginjal yang bekerja dengan mengurangi volume darah dan membantu mengeliminasi cairan dan natrium. Contoh obat golongan diuretik adalah hydrochlorothiazide (Microzide) dan chlorthalidone. Diuretik atau calcium channel blockers dapat bekerja lebih baik daripada penghambat angiotensin-converting enzyme (ACEI). Efek samping yang sering terjadi adalah peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Golongan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACEI) seperti lisinopril (Zestril), captopril (Capoten), dan benazepril (Lotensin) membantu memperlebar pembuluh darah dengan menghambat pembentukan bahan kimia yang mempersempitnya. Obat ini umumnya dapat bermanfaat bagi pengidap penyakit ginjal kronis.
  • Golongan penghambat kanal kalsium seperti diltiazem (Cardizem, Tiazac) dan amlodipine (Norvasc) membantu dalam melemaskan otot polos pembuluh darah dan menurunkan kecepatan detak jantung. Obat ini paling sering digunakan pada orang tua.
  • Golongan penghambat renin seperti aliskiren (Tekturna) memperlambat produksi enzim renin yang diproduksi ginjal. Enzim inilah yang dapat memicu peningkatan tekanan darah sehingga ketika enzim dihambat produksinya, penurunan tekanan darah dapat terjadi. Tetapi obat ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke sehingga tidak boleh dikonsumsi bersama obat golongan ACEI atau ARB.
  • Golongan penghambat reseptor angiotensin II (ARB) seperti candesartan (Atacand) dan losartan (Cozaar) membantu memperlebar pembuluh darah dengan menghambat aksi bahan kimia yang menyumbatnya. Biasanya digunakan pada pengidap penyakit ginjal kronis.
  • Selain itu terdapat obat-obatan lain yang mungkin dapat diberikan, seperti di bawah ini.
  • Golongan penghambat alpha seperti doxazosin (Cardura) dan prazosin (Minipress) yang bekerja dengan mengurangi tekanan pada pembuluh darah dan mengurangi efek bahan kimia alami yang mempersempit pembuluh darah.
  • Golongan penghambat alpha-beta seperti carvedilol (Coreg) dan labetalol (Trandate) yang bekerja dengan memperlambat detak jantung untuk mengurangi jumlah darah yang harus dipompa melalui pembuluh darah.
  • Golongan vasodilator seperti hydralazine dan minoxidil bekerja langsung pada otot dinding pembuluh, sehingga mencegah penyempitan arteri.
  • Golongan antagonis aldosterone seperti spironolactone (Aldactone) dan eplerenone (Inspra) menghambat efek bahan kimia alami yang dapat menyebabkan penumpukan cairan dan garam yang dapat memicu tekanan darah tinggi.

 

Pengobatan Mandiri

Perubahan gaya hidup dapat membantu Anda untuk mengontrol dan mencegah tekanan darah, walaupun Anda sudah mengkonsumsi pengobatan untuk tekanan darah tinggi. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan di rumah:

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sehat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum, daging unggas, ikan, dan produk olahan susu rendah lemak. Konsumsi cukup kalium, yang terbukti dapat membantu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi harus membatasi konsumsi garam dalam makanan sebanyak 1.500 miligram sehari. Sedangkan pada orang yang tidak mengidap tekanan darah tinggi dapat mengkonsumsi sebanyak 2.300 miligram sehari.
  • Jaga berat badan Anda tetap normal
  • Meningkatkan aktivitas fisik. Aktivitas fisik secara reguler dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi tingkat stres, mengurangi resiko terjadinya gangguan kesehatan tertentu, serta menjaga berat badan Anda tetap normal. Anda disarankan untuk berolahraga selama setidaknya 150 menit seminggu.
  • Membatasi konsumsi alkohol. Walaupun Anda tidak mengidap tekanan darah tinggi, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi stres dengan melatih relaksasi otot, menarik napas dalam, atau dengan melakukan meditasi. Selain itu, berolahraga secara teratur dan tidur secara cukup juga dapat mengurangi tingkat stres Anda.
  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri di rumah.
  • Apabila Anda sedang hamil, kontrol tekanan darah Anda dengan berkonsultasi dengan dokter Anda.