Loading…
Penyakit A-Z

Hipertensi

Anda dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah di beberapa tempat berikut:

  • Tempat praktik dokter umum. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh perawat, asisten, ataupun dokter sendiri.
  • Beberapa apotek.
  • Acara kesehatan.
  • Beberapa tempat kerja.

 

Selain itu kini sudah banyak tersedia alat untuk memeriksa tekanan darah secara mandiri di rumah. Pemeriksaan tekanan darah ini umumnya dilakukan dengan alat yang disebut sebagai sfigmomanometer atau tensimeter, manset lengan, dan stetoskop.

Berikut ini adalah lengkah-langkah pemeriksaan tekanan darah:

  • Pasien yang diperiksa sebaiknya duduk tegak bersandar dengan kedua kaki menapak dan tidak menyilang, setidaknya selama 5 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Jika mengenakan lengan panjang, singsingkan lengan baju agar manset dapat terpasang pada lengan atas. Saat sedang dilakukan pemeriksaan, pasien sebaiknya rileks dan tidak bicara.
  • Satu lengan diletakkan di atas meja, sejajar dengan jantung. Manset dipasang di lengan atas.
  • Pompa kemudian akan membuat manset mengetat dan menahan aliran darah pada lengan selama beberapa detik.
  • Detektor pada tensimeter akan mendeteksi getaran pada pembuluh darah arteri seiring tekanan manset pada lengan mulai melonggar. Jika dilakukan secara manual, dokter dapat menggunakan stetoskop untuk mendeteksi getaran pembuluh darah arteri.
  • Saat darah kembali mengalir ke lengan, tekanan pada manset akan merekam dua titik yang kemudian menandakan tekanan darah Anda.
  • Perawat atau dokter akan segera menginformasikan tekanan darah Anda.

 

Meski tekanan darah Anda dinyatakan tinggi pada suatu pemeriksaan, tetapi angka ini dapat berubah seiring waktu sesuai dengan keadaan. Bahkan angka tersebut dapat naik saat Anda merasa resah. Tekanan darah Anda dapat diperiksa lagi terutama jika hasilnya tinggi.

Tekanan darah ditunjukkan dengan dua angka yang diukur dalam millimetres of mercury (mmHg), yaitu:

  • Tekanan darah sistolik dengan angka yang lebih tinggi, adalah tekanan yang terukur saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Tekanan darah diastolik dengan angka yang lebih rendah, adalah resistensi pembuluh darah tubuh terhadap aliran darah.

 

Tekanan darah seseorang disebut tinggi jika melebihi 140/90 mmHg. Tekanan darah disebut ideal jika berada di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Tekanan darah disebut rendah jika berada di angka 90/60 mmHg. Sedangkan seseorang yang memiliki tekanan darah di antara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg memiliki resiko untuk mengalami tekanan darah tinggi di masa mendatang.

Jika tekanan darah Anda tinggi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda. Monitor tekanan darah ambulatory atau tes monitor tekanan darah 24 jam dapat dilakukan dokter untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah setiap 1-2 tahun sekali apabila tekanan darah Anda di bawah 120/80 mmHg. Tetapi apabila Anda didiagnosis dengan prehipertensi, yaitu keadaan di mana tekanan darah Anda berkisar antara 120/80 mmHg hingga 139/89 mmHg, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap 1 tahun sekali. Apabila Anda memiliki faktor risiko untuk penyakit jantung, lakukan pemeriksaan tekanan darah dengan lebih sering.

Selain melakukan pemeriksaan tekanan darah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis untuk menilai ada tidaknya komplikasi hipertensi pada pasien. Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan air seni/urin untuk menilai kelainan organ ginjal atau hati.
  • Pemeriksaan darah untuk menilai kadar elektrolit (seperti kalium, natrium) dan kolesterol darah.
  • Pemeriksaan kadar gula darah untuk menilai ada tidaknya diabetes (kencing manis).
  • Pemeriksaan untuk menilai fungsi organ ginjal.
  • Pemeriksaan elektrokardiogram untuk menilai aktivitas elektrik jantung, agar dapat diketahui ada tidaknya kerusakan pada jantung.

 

Untuk diagnosis dan tatalaksana hipertensi lebih lanjut, Anda dapat melakukan konsultasi ke dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, atau dokter spesialis jantung (apabila tekanan darah tinggi sudah menyebabkan komplikasi ke organ jantung).