Loading…
Penyakit A-Z

Gingivitis

Dokter gigi biasanya mendiagnosis gingivitis berdasarkan keluhan atau gejala disertai dengan pemeriksaan gigi, gusi, mulut dan lidah. Dokter gigi akan mencari plak dan tartar yang menumpuk pada gigi dan memeriksa gusi untuk melihat apakah berwarna kemerahan, bengkak dan mudah berdarah.

Selama pemeriksaan gigi, dokter gigi biasanya melakukan sejumlah prosedur untuk memeriksa gingivitis dan periodontitis. Gingivitis dapat didiagnosis pada awal pemeriksaan gigi rutin dan melibatkan tahapan berikut:

  • Anamnesis riwayat kesehatan pasien untuk memeriksa apakah pasien pernah mengalami penyakit gusi atau kondisi yang mendasarinya yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan periodontitis. Dokter gigi juga menanyakan tentang rutinitas kebersihan mulut, obat-obatan yang dikonsumsi pasien, kebiasaan makan dan kebiasaan gaya hidup seperti minuman manis, alkohol dan rokok.
  • Gigi dan gusi diperiksa secara detail untuk bukti tahap awal kerusakan gigi dan plak. Dokter gigi memeriksa bentuk dan warna jaringan gusi pada sisi bukal (pipi) dan lingual (lidah) setiap gigi. Bengkak, nyeri, merah atau gusi mengelupas dan adanya ulser atau abses semua dicatat, begitu juga dengan jumlah plak dan tartar yang ada. Dokter gigi juga akan memeriksa seberapa sensitif gigi Anda, apakah ada gigi yang rapuh, dan apakah posisi setiap gigi benar dan selaras. Kekuatan gigi diuji dengan mendorong setiap gigi. Jika gigi ada yang mengalami gerakan, itu indikator kuat bahwa telah terjadi kerapuhan tulang gigi.
  • Salah satu cara yang paling bermanfaat untuk mendeteksi masalah dan kerusakan pada rongga mulut adalah dengan melaksanakan X-ray gigi. X-ray dapat membantu mendeteksi lesi kecil kerusakan gigi yang belum menyebabkan gigi berlubang. Sinar X-ray juga dapat membantu melihat tingkat kesehatan gusi dan bisa dilihat kualitas kekuatan tulang gigi.

Salah satu komplikasi dari gingivitis adalah parit mulut (acute necrotizing ulcerative gingivitis), bentuk parah masalah gusi yang menyebabkan radang gusi terasa nyeri hebat, infeksi, pendarahan gusi dan ulserasi. Sebuah swab dapat digunakan untuk mengambil sampel cairan dari ulser (luka) karena parit mulut, yang kemudian dapat diperiksa di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi bakteri penyebabnya. Antibiotik yang sesuai kemudian dapat dipilih untuk mengobati kondisi tersebut.

Sumber: