Loading…
Penyakit A-Z

Ejakulasi Dini

Terapi ejakulasi dini bervariasi bergantung dari penyebabnya.  Apabila ejakulasi dini disertai dengan kondisi medis lainnya seperti gangguan jantung atau disfungsi ereksi, maka masalah utamanya harus ditangani terlebih dahulu. Pada beberapa pria, menghentikan konsumsi alkohol, rokok, dan obat terlarang dapat meningkatkan kemampuan dalam mengontrol ejakulasi.

Beberapa terapi umum ejakulasi dini antara lain:

Teknik perilaku

Pada beberapa kasus, terapi untuk ejakulasi dini melibatkan langkah-langkah sederhana, seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual sehingga Anda dapat menunda ejakulasi saat berhubungan seksual. Dokter mungkin juga merekomendasikan Anda untuk menghindari hubungan seksual untuk jangka waktu tertentu dan fokus pada jenis kegiatan seksual lain untuk mengeliminasi rasa tertekan ketika melakukan pertemuan seksual dengan pasangan.

 

Teknik “Start-Stop

Teknik “start-stop” adalah salah satu cara yang digunakan Dokter untuk mengendalikan masalah ejakulasi dini. Anda dapat mencoba sendiri bagaimana metode ini diterapkan.

  • Teknik ini dapat diterapkan ketika Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual. Mulailah aktifitas seksual seperti biasa, termasuk rangsangan dari area penis, sampai Anda merasa hampir siap untuk ejakulasi.
  • Saat pasangan Anda meremas ujung penis Anda (tahap “start”) dan makin lama aksi hand job yang diberikan pasangan semakin membuat hasrat untuk ejakulasi, hentikan kegiatan tersebut selama kurang lebih 30 detik hingga hasrat untuk ejakulasi itu hilang (tahap “stop”).
  • Setelah hasrat ejakulasi sudah hilang, kembalilah ke fase foreplay. Saat itu, kondisi ereksi penis akan berkurang, namun ketika rangsangan seksual dilanjutkan, ereksi akan segera kembali penuh.
  • Jika Anda merasa kembali akan berejakulasi, ulangi lagi sesuai yang Anda dan pasangan inginkan.

Dengan mengulangi teknik ini sebanyak yang diperlukan, lambat laun Anda akan menjadi lebih terbiasa untuk dapat mengontrol ejakulasi. Setelah beberapa kali berlatih teknik ini, menunda ejakulasi dapat menjadi kebiasaan yang alami dan tidak lagi membutuhkan teknik “start-stop“.

 

Anestesi topikal

Krim dan semprot anestesi yang mengandung agen mati rasa, seperti lidokain atau prilokain terkadang digunakan untuk mengobati keluhan ejakulasi dini. Produk-produk ini diterapkan pada penis sebelum melakukan hubungan seksual untuk mengurangi sensasi dan dengan demikian membantu menunda ejakulasi. Meskipun agen anestesi topikal efektif dan ditoleransi dengan baik, mereka memiliki potensi efek samping. Sebagai contoh, beberapa orang melaporkan mengalami penurunan sensitivitas dan kenikmatan seksual sementara. Dalam beberapa kasus, pasangan wanita juga melaporkan efek ini. Dalam kasus yang jarang terjadi, lidokain atau prilokain dapat menyebabkan reaksi alergi.

 

Obat-obatan oral

Meskipun tidak ada obat-obat yang secara khusus disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati ejakulasi dini, beberapa obat seperti antidepresan, analgesik dan fosfodiesterase-5 inhibitor seringkali digunakan.

  • Efek samping dari antidepresan tertentu adalah tertundanya orgasme. Untuk alasan ini, obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti sertraline, paroxetine atau fluoxetine dapat digunakan untuk membantu menunda ejakulasi. Jika SSRI tidak meningkatkan waktu ejakulasi Anda, dokter mungkin meresepkan clomipramine yang merupakan golongan antidepresan trisiklik. Efek samping lain yang tidak diinginkan dari antidepresan adalah mual, mulut kering, mengantuk dan penurunan libido.
  • Tramadol adalah analgesik yang biasa digunakan untuk mengobati nyeri. Penggunaan obat ini dapat menyebabkan penundaan ejakulasi. Analgesik ini mungkin akan diresepkan dokter ketika SSRI belum memberikan efek yang diharapkan. Efek samping yang tidak diinginkan dari tramadol adalah mual, sakit kepala dan pusing.
  • Fosfodiesterase-5 inhibitor (PDE5 inhibitor) seperti sildenafil (viagra), tadalafil, atau vardenafil. Biasanya dikenal oleh masyarakat sebagai obat kuat dan berfungsi bagi penderita disfungsi ereksi dan penderita ejakulasi dini. Cara kerja obat ini adalah dengan memperlebar pembuluh darah yang mengalir ke penis sehingga penis menjadi tegang. Efek samping yang tidak diinginkan adalah sakit kepala, kemerahan pada wajah, gangguan penglihatan secara sementara, dan hidung tersumbat.

 

Konseling

Pendekatan ini dikenal juga sebagai terapi bicara yang melibatkan konsultasi dengan penyedia kesehatan mental tentang hubungan dan pengalaman seksual Anda. Sesi ini dapat membantu Anda mengurangi kecemasan kinerja dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi stres. Kombinasi konseling dan terapi pengobatan biasanya dinilai lebih membantu.

 

Untuk mendapatkan tatalaksana lebih lanjut, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis andrologi Anda. Walau demikian, rujukan ke dokter spesialis urologi atau dokter spesialis kedokteran jiwa mungkin dapat disarankan oleh dokter Anda.

 

PENGOBATAN MANDIRI

Teknik perilaku dan teknik “Start-Stop” dapat Anda lakukan di rumah.