Loading…
Penyakit A-Z

Ejakulasi Dini

Selain menanyakan mengenai kehidupan seksual Anda, dokter spesialis andrologi akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik umum. Pada pria dengan ejakulasi dini yang tidak disertai dengan keadaan medis lainnya, pemeriksaan laboratorium tidak rutin dilakukan. Tetapi apabila dokter mencurigai adanya impotensi pada pasien, maka pemeriksaan kadar hormon testosteron dan hormon prolaktin darah mungkin disarankan untuk dilakukan.

Selain itu, pemeriksaan penunjang lain seperti pemeriksaan air kemih untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mungkin dilakukan. Apabila ditemukan adanya infeksi saluran kemih atau prostat, maka dokter Anda mungkin akan melakukan rujukan ke dokter spesialis urologi untuk tatalaksana lebih lanjut.

Apabila keadaan lain seperti depresi atau gangguan psikologis lainnya ditemukan, maka dokter Anda mungkin akan melakukan rujukan ke dokter spesialis kedokteran jiwa.

Pertanyaan sederhana yang dapat dilontarkan untuk deteksi dini adalah: 1. “Apakah Anda merasa ejakulasi yang seringkali Anda alami terlalu dini?” untuk dugaan ejakulasi dini dan 2. “Apakah Anda pernah memiliki kesulitan mencapai orgasme atau ejakulasi?” untuk dugaan ejakulasi lambat atau delayed (retrograde) ejaculation.

Dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Tak jarang, dokter akan berbicara dengan pasangan Anda untuk bisa mendapatkan lebih banyak informasi guna penegakkan diagnosis. Karena banyaknya faktor yang dapat menyebabkan ejakulasi dini, maka dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes laboratorium untuk memastikan apakah ada masalah medis lain yang dialami.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium lebih lanjut akan dilakukan berdasarkan pada penemuan spesifik dari anamnesis atau pemeriksaan fisik terhadap pasien dan tidak direkomendasikan secara rutin.

Beberapa pilihan alat diagnostik berupa kuesioner (daftar pertanyaan terstruktur) dapat membantu penilaian kemungkinan terjadinya ejakulasi dini, antara lain: Intravaginal Ejaculation Latency Time (IELT), Patient-Reported Outcome (PRO), Premature Ejaculation Diagnostic Tool (PEDT ), Premature Ejaculation Profile (PEP), Index of Premature Ejaculation (IPE), Male Sexual Health Questionnaire Ejaculatory Dysfunction(MSHQ-EjD), Chinese Index of Premature Ejaculation (CIPE), dan Arabic Index of Premature Ejaculation (AIPE). Meskipun banyak sistem kuesioner yang dapat digunakan untuk menilai ejakulasi dini, tetapi penggunaan kuesioner merupakan pilihan masing-masing dokter, sesuai indikasi dan ketersediaan kuesioner.