Loading…
Penyakit A-Z

Depresi

Berbeda dengan jenis penyakit lain, mendiagnosis pasien depresi tidak dapat hanya dengan melakukan tes darah atau tes laboratorium. Berbicara dengan pasien dan mendengarkan keluh kesah pasien merupakan alat diagnostik yang paling penting untuk dokter mendiagnosis depresi. Sementara pemeriksaan fisik akan mengungkapkan kondisi keseluruhan kesehatan pasien.

Dengan berbicara dengan pasien, dokter dapat belajar tentang hal-hal lain yang relevan dengan membuat diagnosis depresi. Seorang pasien, misalnya, dapat melaporkan hal-hal seperti suasana hati sehari-hari, perilaku, dan kebiasaan gaya hidup.

Dokter akan melakukan pemeriksaan rutin untuk diagnosis depresi dan hasil tes skrining juga akan membantu terutama pada pasien dengan penyakit kronis, atau pasien yang sedang pada masa kehamilan atau setelah melahirkan.

Diagnosis depresi seringkali sulit dibuat  karena depresi klinis dapat terwujud dalam berbagai cara. Sebagai contoh, beberapa pasien depresi klinis bersikap apatis, ada yang menjadi mudah marah atau bahkan sering gelisah. Pola makan dan tidur dapat menjadi lebih sering atau hampir menghilangkan kegiatan tersebut.

Meskipun gejala-gejala depresi yang dapat diamati dan perilaku-perilaku penderita depresi klinis bersifat khas, terkadang tidak dapat ketahuan meskipun seseorang tersebut mengalami kekacauan batin yang mendalam. Depresi dapat menjadi gangguan yang mempengaruhi tubuh, perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang dengan cara yang berbeda-beda.

Apa yang dokter cari untuk membuat diagnosis depresi?

Seorang dokter dapat mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan depresi dengan pemeriksaan fisik, wawancara pribadi, dan tes laboratorium. Dokter juga akan melakukan evaluasi diagnostik yang lengkap, membahas riwayat keluarga depresi atau penyakit gangguan mental lain. Dokter Anda akan mengevaluasi gejala Anda, termasuk berapa lama Anda punya mereka, ketika mereka mulai, dan bagaimana mereka diperlakukan. Dokter Anda akan bertanya tentang cara Anda merasa, termasuk apakah Anda memiliki gejala-gejala depresi seperti berikut:

  • Kesedihan atau perasaan depresi hampir sepanjang hari atau hampir setiap hari
  • Kehilangan kenikmatan dalam hal yang dulunya menyenangkan
  • Perubahan besar dalam berat badan (meningkat atau berkurang lebih dari 5% dari berat badan dalam waktu satu bulan) atau nafsu makan
  • Insomnia atau tidur berlebihan hampir setiap hari
  • Resah gelisah dan merasa tidakpantas untuk diperhatikan orang lain.
  • Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
  • Perasaan putus asa dan tidak berharga atau bersalah yang berlebihan hampir setiap hari
  • Masalah dengan konsentrasi atau sulit membuat keputusan hampir setiap hari
  • Sering berpikir untuk bunuh diri, atau membunuh orang lain.

Source: