Loading…
Penyakit A-Z

Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan. Depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan atau pun pria, di usia muda atau pun lansia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara khusus mendefinisikan depresi sebagai gangguan serius pada suasana hati yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan suasana hati (mood), seperti: kehilangan minat terhadap sesuatu, memiliki perasaan bersalah berlebih, gangguan tidur, gangguan nafsu makan (bisa menjadi hilang nafsu makan atau justru semakin meningkat), kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi.

Definisi Depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan. Depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan atau pun pria, di usia muda atau pun lansia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara khusus mendefinisikan depresi sebagai gangguan serius pada suasana hati yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan suasana hati (mood), seperti: kehilangan minat terhadap sesuatu, memiliki perasaan bersalah berlebih, gangguan tidur, gangguan nafsu makan (bisa menjadi hilang nafsu makan atau justru semakin meningkat), kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi.

Depresi yang dialami seseorang dikategorikan ringan atau berat, dilihat dari gejala-gejala yang dialami. Depresi pun tergolong gangguan kesehatan yang memiliki sifat kekambuhan atau berulang.

Jenis-jenis Depresi

Ada beberapa istilah yang seputar depresi, antara lain: Depresi Ringan, Depresi Sedang, Depresi Berat, Depresi Kronis (dysthymia), Depresi Bipolar, Depresi Musiman (seasonal affective disorder / SAD, yaitu gangguan afektif musiman), Depresi Psikotik, Depresi Postpartum, dan Substance-induced mood disorder (SIMD).

  • Depresi Ringan. Depresi ringan pada umumnya dapat dicirikan bila seseorang memiliki perasaan bersalah yang mendalam, putus asa, lebih sensitif (gampang marah), tampak murung dan menjadi senang menyendiri, sehingga tidak dapat beraktivitas sebagaimana biasanya. Umumnya, hal ini sering dialami oleh kaum perempuan karena perasaannya yang lebih sensitif dibandingkan laki-laki, sehingga membuatnya gampang merasakan kesedihan yang mendalam akibat polemik masalah. Biasanya, depresi ringan terjadi selama 2 minggu. Tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menjadi berat bila tidak segera diatasi.
  • Depresi Berat. Seseorang dikatakan mengalami depresi berat jika memiliki gejala-gejala dari gangguan depresi mayor berupa perubahan dari nafsu makan dan berat badan, perubahan pola tidur dan aktivitas, kekurangan energi, perasaan bersalah, dan pikiran untuk bunuh diri yang berlangsung setidaknya kurang lebih 2 minggu.
  • Depresi psikotik. Salah satu depresi yang tergolong depresi berat adalah depresi psikotik. Pasien depresi psikotik dicirikan dengan gangguan seperti; tidak dapat membedakan antara khayalan dan kenyataan, sering mengalami banyak halusinasi berupa suara-suara, serta kerap terganggu akan pikiran-pikiran buruk (delusi).
  • Depresi Kronis (dysthymia). National Institute of Mental Health menyatakan bahwa gangguan depresi kronis (dysthymia) bersifat ringan tetapi berlangsung lama (kronis). Gejala-gejala dysthymia berlangsung lebih lama dari gangguan depresi mayor yaitu selama 2 tahun atau bahkan lebih. Individu dengan gangguan ini masih dapat berinteraksi dengan aktivitas sehari-harinya. Namun, orang dengan dysthymia sering dianggap sebagai orang yang terlalu kritis, terus mengeluh dan tidak mampu bersenang-senang.
  • Depresi Bipolar. Depresi bipolar adalah tahapan depresi tingkat tinggi. Orang depresi pada tingkatan ini disebut sebagai penderita gangguan bipolar (bipolar disorder). Bipolar disorder adalah gangguan psikis yang menyebabkan suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.
  • Depresi Postpartum. Depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan dapat bersifat ringan hingga berat. Berbeda dengan babyblues, depresi postpartum dapat berlangsung hingga setahun setelah melahirkan bayi. Depresi ini dapat terjadi pada perempuan yang memiliki riwayat depresi berat dalam hidupnya. Kehamilan yang tidak diharapkan, persalinan yang traumatik, usia ibu yang terlalu muda, permasalahan keuangan atau permasalahan keluarga, adalah hal-hal yang dapat memicu seorang perempuan mengalami depresi postpartum.
  • Depresi Musiman (Seasonal Affective Disorder/SAD). Depresi musiman (SAD) merupakan jenis depresi ringan yang kasusnya banyak dijumpai di negara empat musim. Cirinya, pasien SAD merasakan energi melemah dan merasakan suasana hati yang buruk di musim-musim tertentu dan terjadi di setiap tahunnya. Penduduk di negara dua musim juga berkemungkinan mengalami SAD, karena depresi SAD ini dialami muncul dan hilang pada waktu yang sama setiap tahun.
  • Substance-induced Mood Disorder (SIMD). SIMD adalah jenis depresi yang menyebabkan gangguan mood karena hasil penggunaan zat tertentu.

Sumber: WebMD (www.webmd.com/depression/guide/depression-types)