Loading…
Penyakit A-Z

Asam Urat

Untuk dapat memastikan apakah seorang pasien menderita penyakit asam urat atau tidak, dokter akan menjalani beberapa pengujian.

Pertama-tama, dokter akan melontarkan beberapa pertanyaan (anamnesis) terkait gejala penyakit yang pasien alami, gaya hidup harian untuk tahu apakah pasien mengonsumsi asupan-asupan pencetus hiperurisemia, dan riwayat kesehatan keluarga karena faktor genetik mempengaruhi.

Tes Cairan Sendi

Setelah anamnesis, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan mendeteksi keberadaan kristal asam urat dengan melakukan tes cairan sendi (joint fluid test). Di dalam tes ini, akan diambil sampel cairan sinovial di dalam sendi yang mengalami radang menggunakan jarum lalu diteliti menggunakan mikroskop. Jika pasien memiliki penyakit asam urat, maka akan terlihat kristal-kristal natrium pada sampel cairan sendi tersebut.

Tes Darah

Tes darah diperlukan untuk mengetahui kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Biasanya dilakukan dua minggu atau sebulan setelah terjadi serangan gout. Tes darah perlu dilakukan selama itu karena level asam urat cenderung turun ketika serangan berlangsung.

Tes darah juga dapat membantu menentukan seberapa baik tubuh Anda memproduksi dan menghilangkan asam urat, serta mendeteksi seberapa baik fungsi ginjal Anda. Karena pasien penderita penyakit asam urat, akan terhubung dengan masalah gangguan ada ginjal bila kronis.

Pemeriksaan X-Ray

Metode pemeriksaan menggunakan sinar-X berguna dalam mengkonfirmasi jangka panjang atau gout kronis, serta dapat membantu untuk menyingkirkan penyebab lain dari peradangan sendi.

Menggunakan USG

Untuk mendeteksi keberadaan kristal natrium urat di dalam sendi yang mengalami radang atau di dalam lapisan kulit dalam, dapat dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan alat ultrasonografi (USG).

MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan CT Scan (Computed Tomography Scan)

Pemeriksaan dengan MRI dan CT scan membantu memberikan deteksi kelainan dari ketidaknormalan suatu organ dan juga jaringan tubuh secara terperinci. Pemeriksaan dengan CT Scan juga dapat mendeteksi keberadaan kristal urat pada sendi, walaupun sedang tidak meradang.

Tes Urin

Air seni atau urin berisi berbagai zat limbah yang dikeluarkan dari tubuh. Namun, selain membuang limbah, urine juga berisi informasi mengenai apa yang terjadi di tubuh Anda. Untuk mendiagnosis penyakit asam urat, tes urine berfungsi untuk mengetahui kesempurnaan fungsi ginjal dengan mengukur tingkat keasaman urine. Urine bersifat asam jika pH-nya kurang dari 7, bersifat basa jika pH-nya lebih dari 7. Urine yang bersifat asam berkaitan dengan risiko penyakit asam urat dan batu ginjal.

Sumber: