Loading…
Penyakit A-Z

Angina Pectoris

Menjalani dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah cara paling mudah dan efektif untuk mencegah angina pectoris serta menghindari stroke dan penyakit jantung.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari angina pectoris.

Pola makan sehat

Angina dapat dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh dan garam yang dapat menyebabkan penumpukan plak pada arteri. Sebaiknya batasi konsumsi: daging olahan seperti sosis, krim, cake, biskuit, daging kambing, santan. Sebagai gantinya, biasakan mengonsumsi makanan kaya sayuran dan buah yang kaya vitamin dan mineral, serta serat, seperti gandum utuh. Anda bisa memenuhi kebutuhan lemak dari makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti: kacang-kacangan, avokad, minyak zaitun, ikan omega-3. Anda juga dapat mengurangi atau tidak mengonsumsi alkohol, karena alkohol adalah minuman yang tinggi kalori dan dapat meningkatkan berat badan serta tekanan darah.

Berhenti merokok

Merokok menjadi faktor penting yang menyempitkan pembuluh arteri dan menaikkan tekanan darah serta meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Kini telah banyak klinik yang menawarkan konsultasi dan terapi untuk membantu orang berhenti merokok.

Obat-obatan

Bagi orang yang berisiko tinggi mengalami angina, obat-obatan dapat menjadi hal penting untuk mencegah angina. Dokter kardiologi atau spesialis jantung pembuluh dapat memberikan resep yang tepat untuk Anda. Berikut beberapa contoh obat yang biasanya dapat diresepkan.

  • Beta-blocker: berperan mengurangi frekuensi serangan angina dengan mengurangi frekuensi detak jantung sehingga dibutuhkan lebih sedikit darah dan oksigen. Namun obat ini juga dapat membawa efek samping seperti diare, kelelahan, serta tangan dan kaki dingin.
  • Calcium channel blockers: meningkatkan aliran darah ke jantung dengan melemaskan otot pada dinding arteri. Hindari mengonsumsi jus anggur saat mengonsumsi obat ini. Selain itu obat ini juga punya efek samping seperti sakit kepala, kelelahan, dan ruam kulit.

 

Efek samping obat-obatan ini umumnya dapat mereda setelah beberapa hari. Jika Anda tidak dapat mengonsumsi obat-obatan di atas, dokter mungkin akan meresepkan obat jenis lain seperti nitrat, ivabradine, nicorandil, ranolazine. Anda juga mugkin akan diberikan obat-obatan untuk penyakit yang berhubungan dengan angina, seperti obat anti-diabetes jika Anda memiliki penyakit diabetes, statin jika Anda memiliki gangguan kolestrol, aspirin jika Anda memiliki risiko pengentalan darah, dan obat anti-hipertensi jika Anda memiliki darah tinggi.